Fakta Habbausauda


Studi tentang potensi Habbatus Sauda terhadap anti tumor dilakukan oleh pusat penelitian Amala Research Center di Amala Nagar, Karala (India) pada Tahun 1991 mengacu pada pendapat Dr. Chakravarty untuk memanfaatkan Habbatus Sauda dalam pengobatan kanker.
Hasil dari suatu penelitian mengungkapkan bahwa Habbatus Sauda menstimulasi sumsum tulang dan kekebalan sel serta produksi interferon, melindungi tubuh dari serangan virus, menghancurkan sel tumor, dan menghalangi adanya infeksi. Penelitian ini juga menyatakan bahwa minyak yang terkandung dalam Habbatus Sauda mempunyai sifat antibiotic, dan dari tes laboraturium mengindikasikan bahwa Habbatus Sauda dapat dipercaya sanggup melawan sel kanker.
Minyak dalam Habbatus Sauda mengandung zat yang tepat untuk pengobatan kanker serta pencegahannya. Peneliti menemukan bahwa sistem kekebalan yang sehat dapat mengenali sel tumor sebelum membahayakan sel lain dan merusaknya. Habbatus Sauda membantu mengontrol tumor dengan banyak cara, yaitu :
  • Menstimulasi produksi sel sumsum tulang
  • Meningkatkan produksi sel imun/kekebalan
  • Meningkatkan produksi interferon
  • Sel tubuh mempunyai perlindungan yang lebih baik dalam melawan pengaruh hal-hal yang membahayakan
Sel tumor dihancurkan menggunakan asam lemak derivan Habbatus Sauda, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menunjukkan bahwa sistem aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ahrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton’s lymphoma ascites (DLA).
Tikus yang mendapatkan sel EAC dan Habbatus Sauda menunjukkan keadaan yang normal tanpa adanya tumor, menunjukkan bahwa secara aktif 100% mencegah perkembangan tumor EAC.
Hasil pada tikus yang menerima sel DLA dan Habbatus Sauda menunjukkan bahwa sistem aktifnya telah menghambat perkembangan tumor hingga 50% lebih baik daripada tikus yang tidak mendapat sistem aktif tersebut.
Studi tersebut menyimpulkan, “Itu adalah bukti sistem aktif tersebut mengisolasi dari Habbatus Sauda sebagai penghambat anti-tumor, dan rantai panjang konstituen asam lemak mungkin sebagai komponen aktifnya.
Anti-Bakteri
Pada Tahun 1989, dibuat laporan dalam Pakistan Journal of Pharmacy tentang manfaat anti-jamur dari minyak volatile dari Habbatus Sauda. Pada Tahun 1992, para peneliti di Departemen Farmasi University of Dhaka, Bangladesh, memimpin sebuah studi aktivitas anti bakteri minyak volatile Habbatus Sauda dengan lima macam histamine : ampicillin, tetracycline, cotrimoxazole, gentamicin, dan Asam Nalidixic.
Minyak Habbatus Sauda terbukti paling efektif melawan bakteri, termasuk bakteri yang dikenal sangat kuat daya tahannya terhadap obat-obatan, seperti V.cholera, E.coli (bakteri yang biasa ditemukan pada daging yang tidak terlalu matang), dan Shigella spp, kecuali Shigella dysentriae. Kebanyakan keluarga Shigella menunjukkan pertumbuhan daya tahan yang cepat terhadap histamin yang biasa dipakai bahkan dengan menggunakan kemoterapi.
Secara singkat hasil penelitian-penelitian tersebut menyatakan, ada hal yang menarik bahwa Habbatus Sauda juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, Habbatus Sauda masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti:beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot terlalu banyak)
Obat Luka Radang
Diawal tahun 1960, Professor El-Dakhakny melaporkan bahwa minyak Habbatus Sauda memiliki kemampuan meredakan radang dan sangat berguna untuk mengobati radang sendi.
Pada tahun 1995, sekelompok ilmuwan di Pharmacology Research laboratories, Department of Pharmacy, Kings College, lond, memutuskan untuk melakukan sebuah tes efektivitas minyak Habbatus Sauda dan derivannya thymoquinone. Studi mereka menyarankan bahwa sistem dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel.
Para ilmuwan berspekulasi bahwa asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam Habbatus Saudalah yang mungkin meningkatkan efektivitas minyak tersebut. Pada Tahun 1997, banyak studi dilakukan di Microbiological unit of the Research Center, College of Pharmacy, King saud University, Riyadh, Saudi Arabia, dan menemukan bahwa dalam bentuk salep, efektivitas Habbatus Sauda tidak menimbulkan alergi.
Meningkatkan Produksi Susu pada Ibu Menyusui
Sebuah studi yang dilakukan oleh Agarwhal (1979) menunjukkan bahwa Minyak Habbatus Sauda meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui. Sumber literature dari University of Protchefstroom (1989), termasuk abstraksi biologi, yang berhubungan dengan kemampuan Habbatus Sauda dalam meningkatkan air susu bagi ibu yang menyusui dapat ditunjukkan dengan kombinasi lipid portion dan struktur histamin dalam Habbatus Sauda.